Senin, 22 Februari 2010

Penyegaran, harun dethan.

Yesus menawarkan Penyegaran/Pst.harun Dethan,MA.
September 28, 2008 at 10:00 am | In artikel | Leave a Comment

Tuhan Yesus menawarkan Penyegaran, sebagaimana dalam Matius 11;28-29 Marilah kepadaku……. bagi setiap orang yang lesuh, lelah dan berbeban berat Yesus memanggil untuk mendapatkan kesegaran. Bagaimana caranya agar kita mengalami kesegaran yang ditawarkan Tuhan Yesus?

1. Penyegaran dapat terjadi, ketika kita Mendengar

2. Penyegaran dapat terjadi ketika kita Melangkah

3. Penyegaran dapat terjadi ketika kita Menyembah

4. Penyegaran dapat terjadi ketika kita Memandang

5. Penyegaran dapat terjadi ketika kita Menyerah

Bagaimana caranya agar kita mengalami penyegaran?

Ketika kita Mendengar, apa yang kita dengar? yakni panggilan sekaligus ajakan Tuhan Yesus. Mendengar artinya kita meresponi ajakan Tuhan Yesus dengan membuka hati dan tidak mengeraskan hati. Alkitab melalui surat Ibrani 3:7-8 “Pada hari ini jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu…..”

Ketika kita Melangkah, Untuk melangkah dalam keadaan lesuh membutuhkan keberanian dan tekad yakni menggunakan sisa kekuatan yang ada untuk meraih dan mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus.

Ketika kita Menyembah, sebagai sikap rendah hati yakni bersujud dikaki Tuhan Yesus sampai Ia memberikan penyegaran.

Ketika kita Memandang, “pandang terus pada Tuhan Yesus karena dari-Nya kita akan beroleh kekuatan baru dan penyegaran rohani” Jangan pernah menoleh kebelakang karena kita bisa saja menjadi Tiang garam seperti istri Lot ketika keluar dari Sodom dan Gomora.

Ketika kita Menyerah, kita mengangkat tangan tanda membutuhkan pertolongan, hal itu kita lakukan terus sampai Tuhan Yesus memerintahkan kita bangun dari sujud dan Ia menggengam tangan kita dan membuat kita segar dan sehat. harun dethan/motivator.

Tuhan Memelihara kita, Harun Dethan.

TUHAN MEMELIHARA KITA-MZM 17:8/HD.
November 2, 2008 at 7:02 am | In Uncategorized | Leave a Comment

Tuhan memelihara kita seperti biji mata-Nya. “Peliharalah aku seperti biji mata-Mu.” Protect me as you would your very eyes; Daud percaya bahwa Tuhan pasti memelihara. Keadaan yang dialami Daud adalah dikejar-kejar orang fasik yang ingin menggagahinya dan membinasakannya tetapi Daud tidak gentar, ia terus membangun kepastian dalam nuraninya bahwa Tuhan pasti memeliharanya bagaikan biji mata-Nya. Makanya Daud mengawali perjalanannya dengan memanjakkan sebuah doa “Protect me, O GOD: I trust in you safety. I say to the LORD, ” You are my Lord all the good things. I have come from you.” Jagalah aku ya Allah. sebab pada-Mu aku berlindung. Aku berkata “Engkaulah TUHANKU, kebahagiaanku. tak ada yang melebihi Engkau! (MZM 16:1-2 BIS) Pemazmur menggunakan dua penggambaran yang mengingatkan kasih dan perhatian Tuhan, pertama “bijimata” yang menyatakan sesuatau yang bernilai dan di sayangi. kedua “Naungan sayapmu “ diambil dari seekor induk ayam yang melindungi anak-anaknya dengan sayapnya/perlindungan yang lembut.

Mengapa Tuhan memelihara kita seperti biji mata-Nya?

1. Supaya kita selamat dari kesengsaraan ” ingatlah kisah Yakub setelah 14 tahun bekerja pada Laban, jika bukan pemeliharaan Tuhan maka ia akan meninggalkan laban dengan tangan kosong.” Kej. 31:42

2. Supaya kita selamat dari kecurangan, ” Tuhan tidak akan memberikan ijin jika ada yang ingin mencurangi kita, Tuhan akan membela, memberi, membebaskan, membuat, menegakkan, mengasihi.” MZM 146:7-9.

3. Supaya kita selamat dari Kegelapan, ” Kegelapan tidak dapat menaklukan kita jika kita mengarahkan pandangan kita pada Tuhan dan bukan pada diri sendiri atau suasana, situasi dan keadaan.” MZM 112:4,7.

Hari ini kita mengerti bahwa, Tuhan memelihara kita seperti biji mata-Nya, kita begitu khusus /special dan kita tidak akan dibiarkan-Nya masuk dalam keadaan yang akan merugikan kita. harun dethan.

Sikap Yang Benar, harun dethan.

Miliki Sikap yang Tepat dalam Menghadapi Masalah/hd
November 25, 2008 at 2:55 am | In Uncategorized | Leave a Comment

Didasarkan pada Mazmur 34:20 dapat kita baca dalam terjemahan sehari-hari yakni
20 Banyaklah penderitaan orang baik, tetapi TUHAN membebaskan dia dari semuanya. Firman Tuhan yang baru saja kita baca dilatarbelakangi oleh kebaikan Tuhan yang ditunjukan kepada orang baik/benar bahwa ketika mereka mengalami penderitaan/kemalangan dan masalah mereka pasti dibebaskan asalkan setiap orang benar memberikan reaksi yang tepat pada masalah dengan sikap yang tepat. keahuilah bahwa ketika kita menghadapi masalah kita tidak sendirian ingatlah posisikan diri kita pada jangkauang Tuhan agar Ia mengingat janjinya untuk melepaskan kita. Bersikaplah yang tepat pada saat menghadapi masalah. pertanyaannya apa sikap kita ketika menghadapi masalah?1. Tetap hidup dalam Kemurnian, 2. Tetap hidup dalam Kekudusan, 3. Tetap hidup dalam Ketaatan.

Pertama : Orang yang hidup dalam Kemurnian, adalah bagaikan seorang bayi yang baru dilahirkan selalu membutuhkan "susu rohani yang murni" Petrus berkata dalam satu Petrus 2:2
2 Hendaklah kalian menjadi seperti bayi yang baru lahir, selalu haus akan susu rohani yang murni. Dengan demikian kalian akan tumbuh dan diselamatkan

Tuhan inginkan kita seperti bayi yang memiliki kemurnian "harum" ketika dicium dan "menangis" ketika membutuhkan sesuatu. Tuhan mau agar kita tidak hidup dalam kecemaran dunia ini. (bersambung)